PENAMPILAN GALUR HARAPAN KEDELAI TOLERAN KEKERINGAN DI KABUPATEN GARUT JAWA BARAT

Yati Haryati, Didit Rahadian

Abstract


Potensi lahan untuk pengembangan kedelai cukup luas namun menghadapi kendala terutama pada musim
kemarau dalam penyediaan kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman, sehingga menyebabkan kekeringan yang
berakibat pada rendahnya produksi kedelai. Untuk menanggulangi hal tersebut perlu dikembangkan varietas
kedelai yang tahan terhadap cekaman kekeringan (toleran kekeringan). Oleh karena itu kombinasi perakitan
varietas unggul baru yang toleran kekeringan dan efisiensi pengelolaan air merupakan upaya/pendekatan yang
potensial untuk menekan penurunan hasil biji kedelai. Pengkajian dilakukan di Desa Cinunuk Tengah,
Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut dengan menanam galur-galur harapan kedelai hasil rakitan Balitkabi
dengan menanam 10 galur harapan kedelai termasuk 2 varietas pembanding (GHK 1, GHK 2, GHK 3, GHK 4,
GHK 5, GHK 6, GHK 7, GHK 8, GHK 9, GHK 10, Varietas Wilis dan Tidar). Pengkajian dirancang
menggunakan rancangan acak kelompok, galur harapan yang akan diuji sebanyak 10 galur harapan sebagai
perlakuan (galur hasil rakitan Balitkabi) dan 2 varietas sebagai pembanding dan diulang tiga kali dengan ukuran
petak 4 x 5 m. Pemberian pupuk organik (dosis 2 t/ha) dan pupuk an organik (Urea 50 kg/ha, SP-36 100 kg/ha
dan KCl 75 kg/ha) diberikan pada saat tanam. Pupuk organik diberikan satu genggam per lubang untuk menutup
lubang tanam. Parameter yang diamati meliputi keragaan tanaman kedelai, hasil dan komponen hasil. Data
dianalisis dengan menggunakan Uji Duncan pada taraf 0.05. Hasil pengkajian menunjukan bahwa galur harapan
GHK-4, 9 dan 10 mempunyai potensi hasil tinggi (2,5 t/ha) biji kering.
Kata Kunci : Galur, kedelai, toleran kekeringan

ABSTRACT
Potential land for soybean development is quite extensive but face obstacles especially in the dry season
in the provision of water requirements for plant growth, thus causing drought which resulted in lower soybean
production. To overcome this needs to be developed soybean varieties that are resistant to drought stress
(drought tolerant). Therefore, the combination assembly new varieties that are tolerant of drought and water
management efficiency is the effort / potential approach to suppress the reduction in seed yield of soybean.
Assessments conducted in the Middle Cinunuk Village, District Wanaradja, Garut by planting soybean strains
expectations Balitkabi assembly results with 10 strains of hope planted soybean varieties including two
comparators (GHK 1, GHK 2, GHK 3, GHK 4, GHK 5, GHK 6 , GHK 7, GHK 8, GHK 9, GHK 10, Variety Wilis
and Tidar). The assessment was designed using a randomized block design, and threads of hope that will be
tested as many as 10 strains of hope as a treatment (strain results Balitkabi assemblies) and 2 varieties for
comparison and repeated three times with a plot size of 4 x 5 m. Organic fertilizers (dose of 2 t / ha) and an
organic fertilizer (Urea 50 kg / ha, SP-36 100 kg / ha and KCl 75 kg / ha) was given at the time of planting.
Organic fertilizers are given a handful per planting hole to seal the hole. The parameters observed include
keragaan soybean crop, yield and yield components. Data were analyzed using Duncan's test at level 0.05. The
results of the assessment showed that the strain of hope GHK-4, 9 and 10 have the potential for high yield (2.5 t /
ha) of dry beans.
Keywords: Strain, soybean, drought tolerant


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.